Literasi Digital Berbasis Keluarga dan Pesantren - KIM Surya Harapan

Breaking

Home Top Ad

Responsive Ads Here

Post Top Ad

Responsive Ads Here

Saturday, February 15, 2020

Literasi Digital Berbasis Keluarga dan Pesantren

Gerakan literasi telah menjadi sisi lain dari pesatnya arus teknologi dan informasi. Literasi menjadi sangat penting dalam menhawab tantangan era 4.0 menuju Indonesia emas 2045. Untuk itulah Lembaga Kajian dan Pengembangan Sumberdaya Manusia NU (Lakpesdam) Kabupaten Pasuruan mengundang ekemen penggerak literasi lintas organisasi didatangkan untuk berembuk nasalah literasi digital berbasis keluarga dan pesantren, Sabtu, 15/2. 

Diantara peserta nampak hadir Tri Krisni kabid Informasi publik Kominfo ditemani Eka Maria Ulfa pembina KIM kabupaten Pasuruan, perwakilan kantor KBPP dan undangan lainnya. Tampak hadir pula pembina KIM Surya Harapan Ngempit Moh Irham Zuhdi yang sekaligus ketua LTNNU Kab Pasuruan. 
Dalam FGD ini diundang sebagai pemantik yaitu Harry Nugroho Ceif Ravata, Muhammad Mahfur psikolog dari UIN Maliki Malang. Sekitar 41 orang hadir mengikuti diskusi dengan gayeng, tampak puja Hakim Jaely direktur TV9. Menjamurnya penggunaan HP oleh kawula muda khususnya pelajar bahkan mereka sudah keranjingan dengan ponsel ini. Bukannya untuk hal yang positif dikhawatirkan mereka belum bijak memilih konten yang benar. Untuk itulah peserta FGD beragam menyampaikan argumentasi sekaligus merekomendasi untuk diteruskan hasil FGD kepada pemerintah. 

Irham memberi respon positif bahwa era digital tak bisa dihindari tetapi disikapi oleh karenanya tidak adil jika para remaja dan anak anak yang selalu diributkan kareba keterlibatannya kepada HP. Menurut Irham, justru orang tualah yang harus mendapat pemahaman dulu tentang perkembangan kekinian agar bisa memilik keahlian untuk menyelanatjan anak anaknya dari pengaruh HP yang negatif. 

Krisni menceritakan bahwa Kominfo sudah sejak lana mengantisipasi bahaya internet dengan sosialisasi bijak menggunakan HP. Bahkan KIM sebagai garda terdepan disetiap desa untuk menolak hoax  dengan kegiatan membangun desa dan memberitakan capaian desa di website yang sudah dimiliki KIM se kab Pasuruan sebagai bentuk nyata memberikan informasi seimbang di tengah maraknya berita hoax. 

Bahkan usukan Ubaidillah sakah satu perwakilan pondok mengajak dan mengusulkan kepada pemerintah agar dibuat program desa digital sebagai desa percontohan. Asyik sekali diskusi literasi ini yang rencananya ada action plan dengan membentuk pokja dan segera bekerja. (Irham)

No comments:

Post a Comment

Post Bottom Ad

Responsive Ads Here

Pages